Sabtu, 22 Desember 2007

Hari Raya Idul Adha Water Boom Sepi Pengunjung

MUARO KALABAN, METRO

Water Boom merupakan salah satu objek wisata yang termasuk destinasi unggulan Kota Sawahlunto. Namun, pada Hari Raya Idul Adha sekarang, objek wisata tersebut sepi pengunjung. Sangat jauh berbeda pada waktu Hari Raya Idul Fitri yang lalu. Dimana, objek wisata itu dikunjungi oleh bejibun manusia dari berbagai penjuru.

Keterangan yang berhasil dihimpun POSMETRO dari para pengunjung dan petugas parkir di lokasi menyebutkan kalau ini hal yang biasa. Karena, sebelum tempat ini menjadi Water Boom atau masih bernama Pamandian Aie Dingin kondisi pengunjung sudah begitu juga.

Seperti diungkapkan Aciak (29), sebelum menjadi tukang parkir di kawasan ini, dia telah melakoni pekerjaan sebagai penjual karcis. Pada waktu itu, pengunjung pada umumnya remaja atau pemuda-pemudi dengan pasangan mereka masing-masing. Namun, ada juga yang berkelompok, namun umur mereka kebanyakan usia sekolah.

Dijelaskannya, perihal dia waktu itu menjual karcis karena tanah itu merupakan tanah kaumnya yaitu Kaum Panai Rumah Baukie. Karena ia tidak mempunyai pekerjaan tetap, maka pekerjaan itulah yang menjadi penopang hidup baginya waktu itu atau pada waktu tempat ini masih bernama Pamandian Aie Dingin.

Mengenai sedikitnya pengunjung pada saat ini dikatakan Aciak bahwa ini sudah biasa. Karena hari raya Idul Adha bagi orang-orang Sawahlunto dan sekitarnya, adalah hari raya duka cita. Jadi mereka hanya melakukan silaturrahmi ke rumah-rumah keluarga dan famili. Sehingga sedikit saja yang pergi untuk bergembira ria, kebanyakan dari mereka juga generasi muda.

Sementara itu, seorang penjaga pintu, Adek (26) kepada POSMETRO mengatakan, pada saat sekarang yang banyak datang berkunjung kebanyakan adalah muda-mudi. Itupun berasal dari daerah sekitar saja. Sedangkan warga di luar Kota Sawahlunto hanya sedikit seperti dari daerah Sijunjuang.

"Kini jarang nan datang dari lua Sawahlunto ko nyo bang, soalnyo urang dirantau indak pulo banyak nan pulang. Apolai kini musim hujan. Tantu urang maleh bajalan," tutur Adek.

Sementara, seorang pengunjung, Muslim (32) yang mengaku warga Padang Sibusuak kepada POSMETRO mengatakan bahwa kedatangannya ke sini hanya kebetulan saja. Karena, rumah keluarganya dekat dengan kawasan wisata itu. Jadi, ia langsung saja mengajak anaknya untuk bermain ke sini. Karena pada hari raya Idul Fitri yang lalu ia tidak sempat mengajak anaknya untuk pergi ke sini.

Sementara itu, warga setempat Wasna (46) kepada POSMETRO mengaku bahwa dia sudah hampir 15 tahun berjualan gorengan di dekat lokasi ini. Sepengetahuannya, memang pada saat hari raya Idul Adha pengunjung sediki dibanding hari raya Idul Fitri.

Katanya, dari tahun ke tahun pengunjung memang seperti itu. Baik pada saat tempat itu masih bernama Pamandian Aie Dingin maupun sudah berubah menjadi Water Boom seperti sekarang. (nph)

1 komentar:

Aul mengatakan...

Dulu waktu masih bernama Aie Dingin tahun 1990-an, memang sepi, yang berenang cuma keluarga kita saja. Ga ada orang lain. Airnya memang dingin banget, ga ku-ku deh.

Kalau Bapak saya pernah bilang, dulu sekali aie dingin suka ada harimaunya